PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) didirikan tahun 2021 sebagai bagian dari strategi konsolidasi BUMN yang diharapkan dapat menghasilkan peningkatan efektivitas operasional dan tata kelola bisnis yang optimal guna memberikan nilai tambah bagi negara. Dengan bergabungnya tiga bank Syariah milik BUMN menjadi satu entitas Bank, Indonesia memiliki Bank Syariah terbesar yang mampu bersaing di kancah Industri perbankan Syariah dunia.
Untuk mendukung pencapaian visi dan misi tersebut, BSI mengembangkan house of strategy dimana BSI menetapkan 5 fokus strategi yaitu:
- Pertumbuhan Bisnis Sehat dan Sustain
- Optimalisasi Liquidity Management
- Transformasi Digital
- Penetrasi Islamic Ecosystem
- Peningkatan Efisiensi dan Produktivitas.
BSI juga akan melakukan penguatan Fundamental Enablers yang mencakup aspek Human Capital, Information Technology, dan Environmental, Social, Governance, Risk & Compliance (ES-GRC).
BSI memiliki aspirasi untuk dapat melayani lebih dari 40 juta nasabah dalam beberapa tahun ke depan, dengan cara memberikan akses solusi keuangan Syariah yang universal dan lengkap, dengan produk dan layanan digital yang berkelas serta relevan dengan kebutuhan dan preferensi Rencana Jangka Panjang Perusahaan. Tahun 2025 merupakan akhir dari transformasi Corporate Plan Tahap Pertama dengan visi “Menjadi Top 10 Bank Syariah Global” dalam hal market capitalization.
BSI ke depannya akan menjadi Integrated Syariah Financial Services untuk dapat memberikan akses solusi keuangan, dimana nasabah bisa mendapatkan one stop solution untuk seluruh kebutuhan finansial, termasuk untuk mendukung kebutuhan yang bersifat sosial dan spiritual.
Pada bulan September tahun 2024, untuk pertama kalinya BSI masuk ke dalam jajaran top 10 Global Islamic Bank. BSI bahkan sempat masuk ke peringkat 9 berdasarkan kapitalisasi pasar senilai Rp138,85 Triliun. Dengan kata lain, Visi pada Rencana Jangka Panjang Perusahaan tercapai lebih cepat. Hal ini juga menjadikan BSI sebagai satu-satunya Bank Syariah di Indonesia yang masuk ke dalam Top 10 Global Islamic Bank.
Strategi 2025
Strategi BSI pada tahun 2025 difokuskan pada penguatan kapabilitas dan pencapaian kinerja yang sehat serta berkelanjutan melalui optimalisasi lisensi ganda sebagai Bank Syariah dan Bullion Bank. Sejalan dengan komitmen menghadirkan one stop solution bagi kebutuhan finansial, sosial, dan spiritual nasabah, dual license strategy menjadi fondasi utama dalam memperluas model bisnis dan memperkuat diferensiasi kompetitif.
Sebagai Bank Syariah, BSI menawarkan proposisi nilai unik melalui inovasi produk dan solusi khas syariah, termasuk peran strategis sebagai penyelenggara tabungan haji dengan struktur biaya dana yang relatif rendah dan stabil, sehingga memperkuat daya saing dan struktur pendanaan.
Di sisi lain, lisensi Bullion Bank yang diperoleh tahun 2025 menempatkan BSI sebagai Bank Emas pertama di Indonesia dan membuka sumber pertumbuhan baru melalui pengembangan ekosistem emas terintegrasi, mulai dari investasi, penitipan, hingga pembiayaan berbasis emas. Sinergi kedua lisensi ini membentuk model pertumbuhan dual engine yang mendorong diversifikasi pendapatan, perluasan basis nasabah, serta kontribusi terhadap penguatan ekosistem keuangan syariah dan hilirisasi emas nasional secara berkelanjutan.
Selain itu, pada tahun 2025, makro ekonomi cukup menantang dengan kondisi likuditas di pasar keuangan Indonesia yang mengalami tekanan cukup signifikan dampak dari suku bunga acuan higher for longer selama 3 tahun terakhir. Pemerintah juga merencanakan penerbitan Surat Berharga Negara pada tahun 2025 untuk membiayai proyek-proyek pemerintah, sehingga mendorong peningkatan biaya dana (cost of fund) dan kompetisi penghimpunan dana pihak ketiga yang semakin intensif sehingga memberikan tekanan terhadap Net Imbalan (NI) dan potensi peningkatan risiko kredit yang tetap perlu diantisipasi, khususnya pada segmen tertentu yang sensitif terhadap pergerakan ekonomi.
Dalam konteks tersebut, perbankan nasional dituntut untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas, dengan pengelolaan likuiditas yang lebih disiplin, efisiensi biaya dana, serta penguatan manajemen risiko guna mempertahankan kualitas aset. Kondisi ini menjadi landasan bagi BSI untuk merumuskan strategi yang adaptif dan resilien dalam menghadapi dinamika industri yang menantang.
(Dirangkum dari Laporan Tahunan BSI Tahun 2025)
No comments:
Post a Comment