Sunday, May 24, 2026

Strategi BSI: 3 on 3 Strategy

Strategi utama BSI pada tahun 2025 dijalankan melalui 3-on-3 Strategy, yang berfokus pada Winning Low-Cost Fund, Maintaining Asset Quality, dan Productivity Enhancement. Strategi ini diterapkan untuk mendorong peningkatan kinerja yang sehat dan berkelanjutan, dengan masing-masing fokus strategi diturunkan ke dalam tiga strategi turunan sebagai berikut. 

1. Winning Low-Cost Fund 

Fokus ini sebagai strategi untuk mendapatkan source of fund yang optimal dengan terus tumbuh pada dana murah yang sustain. 3 strategi yang akan dijalankan untuk dapat mencapai hal tersebut yaitu: 

(i) Transaction Solution 

BSI menempatkan penguatan layanan transaksi perbankan yang andal sebagai salah satu prioritas strategis, dengan dukungan kapabilitas teknologi digital untuk menjawab kebutuhan nasabah yang semakin beragam dan dinamis. 

Perubahan perilaku nasabah yang semakin mengarah pada transaksi digital dipandang sebagai peluang strategis untuk meningkatkan pendapatan berbasis komisi (fee-based income). Oleh karena itu, BSI secara konsisten mendorong peningkatan jumlah pengguna aktif mobile banking, mengakselerasi migrasi transaksi dari kantor cabang ke kanal elektronik dan digital, serta melakukan digitalisasi proses bisnis guna menciptakan layanan yang lebih efisien, cepat, dan terintegrasi. 

Sejalan dengan upaya memperkuat struktur pendanaan, BSI juga berfokus pada peningkatan porsi Dana Pihak Ketiga berbasis CASA melalui pengembangan kapabilitas dan perluasan ketersediaan layanan Transaction Banking. Inisiatif ini diwujudkan antara lain melalui optimalisasi Cash Management System bagi nasabah segmen produktif untuk meningkatkan volume dan intensitas transaksi di BSI.  

Pada segmen konsumer ritel, BSI mendorong peningkatan aktivitas transaksi dengan memperluas basis pengguna aktif mobile banking, sekaligus meminimalkan cash out melalui penguatan ekosistem (closed loop transaction).  Strategi tersebut diperkuat dengan peningkatan penetrasi kanal elektronik seperti QRIS dan EDC, sehingga mendorong pertumbuhan dana murah yang lebih stabil dan berkelanjutan. 

 (ii) Unique Syariah Funding 

Dengan memiliki unique value sebagai perbankan syariah dan bullion bank, BSI mengoptimalkan posisi strategisnya untuk memperkuat penghimpunan dana murah melalui pengembangan produk berbasis emas yang sesuai dengan prinsip syariah, seperti BSI Cicil Emas, BSI Gadai Emas dan Perdagangan emas. 

Produk-produk tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan investasi dan pembiayaan nasabah, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam memperluas basis pendanaan yang lebih stabil dan Berkelanjutan. 

Selain itu, BSI terus meningkatkan penetrasi Dana Pihak Ketiga (DPK) melalui penguatan unique syariah funding yang menjadi keunggulan kompetitif Perseroan, antara lain Tabungan Haji dan Tabungan E-Mas, yang sekaligus membuka potensi bisnis baru di industri perbankan syariah. 

Upaya ini dilengkapi dengan optimalisasi potensi payroll berbasis akad wadiah pada segmen yang menjadi target, serta ekstensifikasi layanan kepada nasabah prioritas, guna memperluas hubungan transaksi dan meningkatkan kedalaman relasi perbankan secara berkelanjutan yang menjawab kebutuhan nasabah akan produk-produk berbasis Syariah. 

(iii) Tactical Fund 

BSI melanjutkan strategi penguatan dana ritel dengan memprioritaskan pertumbuhan produk tabungan sebagai sumber dana murah yang stabil dan berkelanjutan. BSI juga terus memperluas basis nasabah serta memperdalam hubungan (relationship deepening) pada segmen dana yang bersifat taktis, guna menciptakan struktur pendanaan yang lebih terdiversifikasi dan berkelanjutan. BSI juga menjajaki diversifikasi sumber pendanaan alternatif, termasuk penerbitan sukuk berkelanjutan sebagai bagian dari strategi pengelolaan struktur pendanaan yang optimal dan prudent. 

Langkah ini bertujuan untuk memastikan komposisi nasabah yang lebih solid dan beragam, sekaligus menjaga kondisi likuiditas tetap sehat dan selaras dengan ketentuan serta prinsip kehati-hatian yang ditetapkan oleh regulator. 

2. Maintaining Asset Quality 

Fokus ini sebagai strategi untuk menjaga kualitas aset serta strategi pertumbuhan bisnis yang sehat dan sustain dengan kualitas terjaga baik kedepannya. 3 strategi yang akan dijalankan untuk dapat mencapai hal tersebut yaitu: 

(i) Manage Net Downgrade 

Dalam menghadapi dinamika kualitas aset di tengah kondisi makroekonomi yang menantang, BSI menerapkan strategi manage net downgrade sebagai bagian dari penguatan manajemen risiko dan pengendalian kualitas pembiayaan. Strategi ini difokuskan pada upaya menekan laju penurunan kolektibilitas (downgrade) agar tetap berada pada level yang terkelola, melalui penguatan sistem deteksi dini (early warning system), pemantauan portofolio secara berkala, serta segmentasi risiko yang lebih granular berdasarkan sektor, profil nasabah, dan sensitivitas terhadap kondisi Ekonomi. 

BSI juga mengedepankan pendekatan proaktif melalui intensifikasi restrukturisasi yang selektif dan terukur, serta peningkatan kualitas engagement dengan nasabah berisiko guna mencegah perburukan kualitas pembiayaan. 

Di sisi lain, disiplin penerapan Risk Acceptance Criteria (RAC) dan penyempurnaan proses underwriting terus diperkuat untuk memastikan pembiayaan baru memiliki profil risiko yang sesuai dengan risk appetite Perseroan. Melalui kombinasi langkah preventif dan kuratif tersebut, BSI berupaya menjaga rasio pembiayaan bermasalah tetap terkendali, mempertahankan kualitas aset, serta mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat dan Berkelanjutan. 

(ii) Optimal Recovery Collection 

Dalam rangka menjaga kualitas aset dan meningkatkan tingkat pemulihan pembiayaan bermasalah, BSI menerapkan strategi optimal recovery collection yang dilaksanakan secara terstruktur, disiplin, dan selaras dengan prinsip syariah serta prinsip kehatihatian.  

Strategi ini difokuskan pada percepatan penyelesaian pembiayaan bermasalah melalui optimalisasi restrukturisasi yang selektif, penagihan yang lebih intensif, serta pengelolaan agunan secara efektif sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 

Pendekatan tersebut bertujuan untuk memaksimalkan tingkat pemulihan (recovery rate), mengurangi potensi kerugian, serta menjaga stabilitas kualitas portofolio pembiayaan. 

Untuk mendukung efektivitas implementasi strategi tersebut, BSI memperkuat pemanfaatan data dan analisis portofolio guna mengidentifikasi potensi penurunan kualitas pembiayaan secara lebih dini dan menentukan langkah penanganan yang tepat. 

Selain itu, Perseroan terus meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia di fungsi remedial dan collection, termasuk dalam aspek analisis restrukturisasi, strategi penagihan, serta pengelolaan hubungan nasabah. Melalui pendekatan yang terintegrasi antara penguatan sistem, proses, dan kompetensi SDM, BSI berupaya memastikan proses pemulihan pembiayaan berjalan optimal sehingga dapat mendukung kinerja keuangan yang sehat dan berkelanjutan. 

(iii) Ekspansi ke Segmen Pembiayaan High Yield & Prudent 

BSI menerapkan strategi ekspansi yang selektif dengan mengarahkan pertumbuhan pembiayaan pada segmen dengan potensi imbal hasil yang optimal (high yield) namun tetap berada dalam koridor prinsip kehati-hatian. Strategi ini dilakukan melalui penajaman fokus pada sektor dan segmen pembiayaan yang memiliki profil risiko yang terukur serta memberikan kontribusi margin yang lebih baik bagi Perseroan. 

Dengan pendekatan tersebut, BSI berupaya meningkatkan kualitas pertumbuhan pembiayaan sekaligus menjaga keseimbangan antara profitabilitas dan manajemen risiko. 

Implementasi strategi ini didukung dengan penguatan proses seleksi pembiayaan melalui penerapan Risk Acceptance Criteria (RAC), proses underwriting yang komprehensif, serta pemantauan portofolio secara berkelanjutan. BSI juga melakukan diversifikasi portofolio pembiayaan pada sektor-sektor yang resilient terhadap dinamika ekonomi, sehingga mampu menjaga kualitas aset sekaligus mengoptimalkan kinerja pembiayaan. Melalui pendekatan ekspansi yang terukur dan prudent tersebut, BSI berkomitmen untuk menciptakan pertumbuhan pembiayaan yang sehat, berkualitas, dan berkelanjutan. 

3. Productivity Enhancement 

Fokus ini sebagai strategi bagi Bank untuk meningkatkan produktivitas baik dari sisi pegawai maupun dari sisi cabang dengan 3 strategi utama yang dijalankan yaitu: 

i) Increasing Productivity 

Dalam rangka mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, BSI terus mendorong peningkatan produktivitas pegawai melalui penguatan kapabilitas sumber daya manusia, penyempurnaan proses kerja, serta pemanfaatan teknologi digital. Strategi ini diarahkan untuk memastikan setiap pegawai dapat memberikan kontribusi yang optimal terhadap pencapaian kinerja Perseroan, sekaligus meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan kepada nasabah. Peningkatan produktivitas dilakukan melalui pengembangan kompetensi, penajaman peran dan tanggung jawab, serta penguatan budaya kinerja yang berorientasi pada hasil. Selain itu, BSI juga mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dan digitalisasi proses bisnis guna mendukung efektivitas kerja dan mempercepat pengambilan keputusan. Transformasi proses kerja ini memungkinkan penyederhanaan alur operasional, peningkatan kolaborasi antar unit kerja, serta pemanfaatan data dan analitik dalam mendukung aktivitas bisnis. Melalui kombinasi penguatan kompetensi, optimalisasi proses, dan dukungan teknologi, BSI berupaya menciptakan organisasi yang lebih agile, produktif, dan adaptif dalam menghadapi dinamika industri perbankan. 

(ii) Optimizing Current TI Development 

BSI menjalankan strategi productivity enhancement melalui optimalisasi pengembangan teknologi informasi (IT development) yang mendukung efisiensi proses bisnis dan peningkatan kualitas layanan. Pemanfaatan teknologi diarahkan untuk menyederhanakan proses operasional, mempercepat waktu layanan, serta meningkatkan akurasi dan integrasi data dalam mendukung aktivitas bisnis. 

Melalui penguatan kapabilitas sistem dan infrastruktur digital, BSI berupaya menciptakan proses kerja yang lebih efisien, responsif, dan terintegrasi di seluruh lini organisasi. Sejalan dengan hal tersebut, BSI terus melakukan pengembangan dan penyempurnaan berbagai platform digital serta sistem internal guna mendukung produktivitas pegawai dan optimalisasi kinerja operasional. Inisiatif ini mencakup penguatan sistem inti perbankan, pengembangan aplikasi bisnis, serta pemanfaatan otomasi dan analitik data untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan berbasis informasi. Dengan optimalisasi IT development yang berkelanjutan, BSI berkomitmen menciptakan organisasi yang lebih agile, meningkatkan efisiensi biaya operasional, serta memperkuat daya saing dalam menghadapi dinamika industri perbankan yang semakin terdigitalisasi. 

(iii) Prioritizing Branding & Promotion 

Selain itu, BSI juga memastikan agar sisi branding juga tetap produktif dengan prioritisasi kegiatan branding dan promotion yang lebih terarah dan berdampak tinggi.  

Perseroan memastikan bahwa setiap pengeluaran terkait pemasaran dan komunikasi korporasi dikelola secara selektif dengan fokus pada program yang mampu meningkatkan visibilitas merek, memperkuat positioning BSI sebagai bank syariah modern, serta mendorong akuisisi dan aktivitas transaksi nasabah. Implementasi strategi ini dilakukan melalui pengelolaan anggaran pemasaran yang lebih efektif, pemanfaatan kanal digital dan media sosial, serta integrasi kampanye komunikasi yang selaras dengan pengembangan produk dan layanan unggulan BSI. Dengan pendekatan tersebut, BSI dapat mengoptimalkan dampak kegiatan promosi terhadap pertumbuhan bisnis sekaligus menjaga disiplin biaya operasional. Strategi ini diharapkan mampu memperkuat brand awareness, meningkatkan loyalitas nasabah, serta mendukung pencapaian kinerja Perseroan secara berkelanjutan. 

(Dirangkum dari Laporan Tahunan BSI Tahun 2025)

No comments:

Post a Comment