Sunday, June 7, 2026

Strategi BNI Tahun 2026

BNI telah menetapkan kebijakan strategis di 2026 sebagai upaya untuk terus tumbuh sejalan dengan permintaan pasar, yang meliputi:

  1. Melanjutkan Branch Transformation Journey fokus pada peningkatan produktivitas bisnis, layanan, dan peningkatan market share di Region BNI melanjutkan Branch Transformation Journey melalui implementasi New Region, Area, dan Branch Model serta penataan jaringan distribusi konvensional dan digital yang terintegrasi dengan customer journey dan model advisory & service-to-sales.  
    • Peran Region diperkuat sebagai ekosistem orchestrator dengan memanfaatkan Point of Interest (POI) di masing-masing Region. Upaya ini dilengkapi dengan streamlining proses outlet melalui digitalisasi dan integrasi solusi online–offline guna meningkatkan produktivitas dan kualitas layanan. 
  2. Memperkuat struktur pendanaan dan meningkatkan transactional banking melalui akselerasi transformasi digital.
    • BNI memperkuat struktur pendanaan dan transactional banking melalui fokus pada CASA franchise/retail counter rate serta wholesale operating account. Pengembangan CASA sustain dilakukan berbasis POI, termasuk payroll, merchant, business owner, dan potensi transaksi lainnya.  
    • Optimalisasi platform digital, termasuk wondr by BNI sebagai channel utama ritel dan BNIdirect untuk segmen wholesale, serta penguatan international banking melalui platform nostro dan global payments, dilakukan untuk mendorong transaksi dan fee based income. 
  3. Diversifikasi pertumbuhan bisnis di seluruh segmen yang seimbang, sehat, dan resilien BNI mendorong diversifikasi pertumbuhan bisnis yang seimbang melalui penguatan segmen korporasi pada corporate solution, BUMN, dan K/L, serta optimalisasi value chain di segmen enterprise dan commercial.  
    • Pada segmen small, fokus diarahkan pada penetrasi micro market prospektif dan dukungan pengembangan UMKM. Pertumbuhan konsumer difokuskan pada payroll loan, primary mortgage, dan FLPP, disertai penguatan layanan wealth melalui BNI Emerald dan BNI Private untuk meningkatkan daya saing BNI Group. 
  4. Management risiko proaktif melalui peningkatan kapabilitas dan budaya risiko BNI memperkuat manajemen risiko secara proaktif melalui penguatan budaya dan kapabilitas risiko pada three lines of defense. 
    • Business process reengineering dilakukan di segmen retail dan wholesale, khususnya pada proses kredit melalui digitalisasi. Monitoring risiko diperkuat, terutama pada deteksi dan pengelolaan LAR/NPL, serta ditopang oleh kolaborasi yang lebih erat antara unit bisnis dan unit risiko. 
  5. Penguatan enablers yang menghasilkan peningkatan produktivitas operasional dan efisiensi BNI memperkuat enablers melalui pemanfaatan advanced analytics dan optimalisasi proses operasional untuk meningkatkan produktivitas. 
    • Arsitektur IT pada back-end, front-end, dan security diperkuat guna mendukung keandalan sistem dan kebutuhan bisnis. 
    • Operations excellence didorong melalui digitalisasi dan disiplin pengelolaan biaya operasional, serta dilengkapi dengan kelanjutan transformasi human capital secara berkelanjutan. 

Referensi: Annual Report BNI Tahun 2025

No comments:

Post a Comment