Pada tahun 2025, Bank Mandiri berfokus memperkuat penguasaan transaksi di principal, merchant, dan individuals untuk membangun low-cost funding yang solid, sehingga likuiditas tetap kuat dan posisi sebagai biggest lender dapat dipertahankan sekaligus mendukung akuisisi bisnis di sektor pemerintah sesuai program pemerintahan baru.
Untuk mencapai tujuan ini, Bank mengembangkan Leaders sebagai “ecosystem orchestrator” yang mampu mengorkestrasi seluruh ekosistem bisnis nasabah. Dengan demikian, fokus strategi 2025 mengusung tema Integrated Strategic Growth and Transformational Leadership Driven by Orchestrating the Ecosystem yang dijabarkan dalam 3 (tiga) Strategic Objectives tahun 2025.
- Menjadi “Main Transaction Bank” baik bagi nasabah Wholesale maupun Retail, dimana Bank Mandiri akan mendominasi market share transaksi dengan menyediakan produk dan layanan berkualitas yang didukung dengan relationship management framework yang kuat untuk principals, merchant, dan individuals.
- Menjadi pemimpin dalam low-cost funding “Leader In Low-Cost Funding”. Sebagai Bank pilihan untuk bertransaksi, Bank Mandiri harus menjadi Bank atau rekening operasional utama bagi nasabah. Selain itu, Bank Mandiri juga perlu mengakuisisi dan mempertahankan nasabah yang mengedepankan layanan berkualitas dan hubungan jangka panjang dan tidak hanya didasarkan pada faktor pricing.
- Menjadi “Largest Lender” dalam kredit Wholesale dan Retail yang berbasis ekosistem dengan tingkat yield yang terjaga optimal. Dengan akses terhadap low cost funding, Bank Mandiri dapat memperluas portfolio kredit dan memperkuat posisi Bank Mandiri sebagai leading lender di pasar dengan meminimalkan tekanan terhadap NIM.
Dalam mewujudkan objectives tersebut, Bank Mandiri telah menyusun pillar-pillar strategi yang diturunkan dari strategi Corporate Plan 2025-2029, yaitu:
- Solidify Wholesale Dominance to Uphold Market Leadership, yaitu mengukuhkan posisi Bank Mandiri sebagai pemimpin pasar di segmen Wholesale dengan terus mendorong pertumbuhan kredit wholesale di atas industri dan mempertahankan market share kredit wholesale. Penguatan posisi dalam segmen Wholesale juga memperluas basis ekosistem nasabah principal yang akan menjadi sumber pertumbuhan segmen Retail. Selain itu, penguasaan bisnis Wholesale juga dilakukan secara menyeluruh, dengan mendorong pertumbuhan Giro transaksional melalui peningkatan float transaksi.
- Orchestrate Captive Ecosystem to Scale Up the Retail Business, yaitu mengeruk seluruh potensi bisnis (value chain) segmen retail dari captive ecosystem nasabah wholesale dan meningkatkan market share Bank Mandiri di setiap wilayah melalui penguasaan teritori. Selain itu, retail banking bertindak sebagai urban leader dengan menyediakan solusi bisnis yang terintegrasi dan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi hingga tingkat regional dan inklusi keuangan. Dari sisi penghimpunan dana, retail banking berfokus dalam retail transaction services untuk meningkatkan market share Tabungan dan merchant transaction.
- Intensify Subsidiaries Synergy To Expand Growth Pathways, Bank Mandiri juga fokus membentuk sinergi yang kuat antara entitas-entitas dalam Mandiri Group. Tujuan dari integrasi ini adalah menciptakan konglomerasi keuangan yang lebih efisien, inovatif, dan terdepan. Sinergi antar unit bisnis ini diharapkan dapat meningkatkan nilai bagi pemegang saham dan sekaligus memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, melalui penawaran produk dan layanan yang lebih terpadu dalam menciptakan ekosistem keuangan yang holistik dan Tangguh.