Thursday, May 28, 2026

Strategi Commercial Banking Bank Syariah Indonesia

Pada tahun 2025, segmen Commercial Banking BSI memiliki keunggulan kompetitif yang didukung oleh kolaborasi lintas unit dan pengembangan ekosistem. Dilansir dari Laporan Tahunan Bank Syariah Indonesia Tahun 2025, dengan fokus commercial banking BSI sebagai berikut: 

  1. Lead Collaboration with MUF in Joint Financing Commercial Banking > berperan sebagai Business Unit (BU) utama dalam pengembangan kerja sama pembiayaan bersama (joint financing) dengan MUF untuk segmen Wholesale, mencakup Commercial dan Corporate. 
  2. Retail and Consumer Business Collaboration Commercial Banking > berfungsi sebagai entry point untuk pengembangan bisnis ritel dan konsumer yang memberikan dampak positif terhadap penghimpunan DPK dan penyaluran pembiayaan. 
  3. Hospital Business Financing – Top Branding Commercial Banking > merepresentasikan BSI sebagai bank yang memiliki kapabilitas unggul dalam pengelolaan pembiayaan rumah sakit, dengan portofolio sebesar Rp8,67 triliun dan pengelolaan sekitar 560 nasabah rumah sakit.
  4. Highest DPK Impact > Penguatan kerja sama dengan PP Muhammadiyah memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan DPK PP Muhammadiyah di BSI sebesar 24,30% sepanjang tahun 2025.  

Strategi Tahun 2025  

Strategi Commercial Banking pada tahun 2025 difokuskan pada empat pilar utama sebagai berikut:  

  • Target Segment
    • Akuisisi Top Player di Indonesia 
      • Konglomerasi dan grup usaha BUMD serta swasta bonafide sesuai segmentasi Commercial.
      • Nasabah DPK eksisting non-debitur yang potensial (berkolaborasi dengan cabang pengelola). 
      • Entrepreneur yang memiliki peran dominan di masing-masing wilayah RCB/ACB (local champions). 
      • Kolaborasi dengan cabang pengelola nasabah wealth/priority yang berprofesi sebagai entrepreneur. 
    • Layer 2 (L2) dari Nasabah Corporate Business BSI 
      • Target L2 dari sekitar 128 nasabah Corporate Business dengan status lancar atau sesuai rekomendasi. 
      • Koordinasi intensif dengan Corporate Business 1 (CB1), Corporate Business 2 (CB2), dan Corporate Business 3 (CB3) untuk eksplorasi potensi L2 dari nasabah eksisting. 
    • People Organization 
      • Peningkatan Kapabilitas Pegawai 
      • Kolaborasi dengan Risk Unit Pairing dan BSU dalam penyusunan silabus pelatihan berbasis sektor pembiayaan. 
      • Penyelenggaraan seminar industri dan sektor prioritas. 
      • Pelatihan dan sertifikasi kompetensi perbankan sesuai jenjang jabatan. 
    • Reward dan Benefit Pegawai Berprestasi 
      • Sistem mutasi dan promosi berbasis talent pooling yang terstruktur. 
      • Pemberian penghargaan kepada pegawai berprestasi sesuai kebutuhan organisasi.  
    • Product / Program 
      • Program Joint Financing (JF) dengan MUF untuk Nasabah Wholesale 
        • Refreshment dan sosialisasi program. 
        • Penyusunan gimmick booking bekerja sama dengan MUF. 
      • Pengembangan ekosistem supply chain melalui program Distributor Financing. 
      • Ekosistem kesehatan melalui program Supply Chain Financing (SCF) BPJS Kesehatan. 
    • Campaign
      • Event sponsorship berdasarkan permohonan nasabah, calon nasabah, dan komunitas bisnis.  
      • Vendor gathering dan kegiatan sponsorship lainnya.  
      • Aktivitas kolaboratif dengan nasabah Commercial Banking dan Business Unit terkait.  

Produktivitas, Pendapatan, dan Profitabilitas  

Total pembiayaan segmen Commercial Banking pada Desember 2025 tercatat sebesar Rp19,96 triliun, meningkat Rp1,46 triliun atau 7,89% dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp18,50 triliun. Total pendanaan juga meningkat dari Rp12,01 triliun pada tahun 2024 menjadi Rp21,05 triliun pada tahun 2025.  

Pendapatan pengelolaan dana bersih tercatat sebesar Rp519,29 miliar, meningkat Rp55,45 miliar atau 11,95% dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp463,84 miliar. Laba bersih segmen setelah zakat dan pajak sebesar Rp300,39 miliar, naik Rp55,83 miliar atau 22,83% dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp244,56 miliar. 

Prospek Usaha dan Strategi Tahun 2026 

Prospek dan strategi Commercial Banking tahun 2026 difokuskan pada empat pendekatan utama, yaitu Optimization, Collaboration, Expansion, dan Program-Based: 

  • Optimization 
    • Optimalisasi kelonggaran penarikan fasilitas pembiayaan yang telah terbentuk. 
    • Pemenuhan kebutuhan nasabah secara berkelanjutan melalui pembiayaan investasi untuk menjaga outstanding dan loyalitas jangka panjang. 
  • Collaboration 
    • Kolaborasi wholesale–retail untuk mengakuisisi potensi value chain financing dan grup nasabah korporasi. 
    • Sinergi percepatan SLA dengan risk pairing Group. 
  • Expansion 
    • Perluasan fokus sektor diluar sektor yang saat ini sudah dikuasai oleh commercial yaitu pendidikan, kesehatan dan perdagangan. 
  • Program-Based 
    • Penguatan kerjasama seperti PP Muhammadiyah dan  NU melalui pengembangan ekosistem bisnis. 


 

No comments:

Post a Comment